Stunting, atau pertumbuhan terhambat pada anak, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Universitas Trunojoyo Madura telah melakukan upaya pencegahan stunting melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tambelangan, Kabupaten Sampang. Inisiatif ini bukan hanya untuk memenuhi tugas akademis, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak dan perkembangan masyarakat.
Desa Tambelangan, seperti banyak daerah pedesaan di Indonesia, menghadapi tantangan serius terkait stunting. Faktor-faktor seperti gizi buruk, sanitasi yang kurang memadai, serta pengetahuan masyarakat yang terbatas tentang pola makan yang sehat menjadi pemicu utama stunting di wilayah ini.
Dampak Positif
Melalui upaya KKN Universitas Trunojoyo Madura di Desa Tambelangan, beberapa dampak positif dapat diidentifikasi:
- Peningkatan Pengetahuan Masyarakat: Masyarakat desa mendapatkan pengetahuan baru tentang gizi, sanitasi, dan manajemen ekonomi keluarga.
- Perubahan Perilaku Masyarakat: Melalui penyuluhan dan edukasi, masyarakat mulai mengubah pola makan dan meningkatkan sanitasi, sehingga mengurangi risiko stunting.
- Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi: Program pelatihan ekonomi rumah tangga membantu meningkatkan keterampilan dan pendapatan warga desa.
- Peran Aktif Masyarakat: Dengan melibatkan masyarakat dalam program-program ini, tercipta rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak.
Kesimpulan
Upaya pencegahan stunting oleh KKN Universitas Trunojoyo Madura di Desa Tambelangan, Kabupaten Sampang, bukan hanya menciptakan dampak positif dalam penanggulangan stunting, tetapi juga memberdayakan masyarakat desa. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat, harapannya adalah terciptanya lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak-anak secara optimal. Program ini menjadi contoh bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di tingkat lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar